Makalah Konseling Keluarga - Dunia Bimbingan dan Konseling
SEJARAH KONSELING KELUARGA
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikumWr.Wb
Alhamdulillahirobbil ‘alamin, kami panjatkan
kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan karunia, sehingga kami dapat
menyelasaikan penyusunan makalah ini dengan judul “sejarah konseling keluarga”, makalah ini disusun dalam rangka
memenuhi mata Bimbingan Konseling Keluarga.
Penyusunan makalah
initidak terlapas
dari bantuan dan bimbingan sebagai pihak yang terlibat, ungkapan terimakasih
dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan:
1.
Drs. H. Badrul kamil, M.Pd.I selaku
dosen mata kuliah
yang telah memberikan bimbingan, arahan, ide dan pemikiran yang berharga dalam
penyusuna makalah ini.
2.
Teman-teman mahasiswa telah memberikan motivasi dan
masukan yang bermanfaat dalam penyusunan makalah ini.
Penulisan
menyadari sepenuhnya bahwa dalam peyusunan ini masih banyak terdapat kesalahan,
oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
sangat kami harapkan guna penyempurnaan makalah ini.
Wassalamu`alaikumWr.Wb
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
IDENTITAS KELOMPOK...................................................................................i
KATA PENGANTAR ..........................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................,.....................................iii
KATA PENGANTAR ..........................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................,.....................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang............................................................................................1
B.
Rumusan masalah ......................................................................................1
C.
Tujuan penulisan
.......................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A
Perkembangan konseling keluarga.............................................................2
B
Klasifikasi konseling
keluarga....................................................................8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan...............................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Konseling keluarga sangat berkembang sejak awal perkembangannya sampai sekarang hal ini
dibuktikan dengan banyaknya tokoh konseling keluarga selain tokoh yang
mendukung klasifikasi konseling keluarga juga selalu berkembang. Oleh karena
itu, disini dijelaskan tentang sejarah konseling keluarga baik pada
perkembangan awal di Eropa dan Amerika, sejarah baru konseling keluarga,
sejarah konseling keluarga di Indonesia, tokoh konseling keluarga, pertumbuhan
konseling keluarga, dan dan klasifikasi konseling keluarga.
B. Rumusan Masalah
1
Bagaimanakah sejarah
perkembangan konseling keluarga?
2
Apakah yang dimaksud
dengan klasifikasi konseling keluarga?
C. Tujuan Penulisan
1
Untuk mengetahui
sejarah perkembangan konseling keluarga.
2
Untuk mengetahui apa
dimaksud dengan klasifikasi konseling keluarga.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Konseling Keluarga
Sejarah perkembangan konseling keluarga di dunia
berasal dari daratan Eropa dan Amerika Serikat. Awal permulaan abad ke-20
berasal dari Eropa, namun perkembangan yang lebih semarak adalah pada tahun
60-an dan seterusnya di Amerika Serikat. Perbedaan yang mencolok ialah bahwa
aliran Amerika Serikat telah berorientasi teoritis (academic setting) misalnya
dengan menganut aliran-aliran psikologi terkenal, sedangkan Eropa berawal dari
praktisi (para dokter terutama dokter kandungan) tanpa memikirkan aspek
teoritisnya.
1. Perkembangan Awal
di Eropa dan Amerika
Pada tahun 1919 yakni sesudah perang dunia I, Magnus
Hirschfeld mendirikan klinik pertama untuk pemberian informasi dan nasehat
tentang masalah seks di Berlin Institute for sexual science. Pusat informasi
dan advis yang sama didirikan pula di Vienna pada tahun 1922 oleh Karl Kautsky
dan kemudian pusat lain didirikan lagi di Berlin tahun 1924. Usaha lain segera
diorganisir yaitu di negeri-negeri Eropa Utara terutama di Denmark dan Swedia.
Sekitar tahun 1932 terdapat beberaoa ratus pusat-pusat
konseling perkawinan dan keluarga (marriage and family counseling) di
Jerman dan Austria. Pusat-pusat ini memberikan informasi mengenai keluarga
berencana, perkawinan, dan konseling keluarga(family counseling). Pada
saat itu masyarakat telah menerima anggapan bahwa masalah-masalah perkawinan
dan keluarga hendaklah dibantu oleh tenaga-tenaga profesional yang telah
dilatih menangani masalah-masalah tersebut. Periode ini datang dan berakhir
dengan timbulnya kekuasaan Hitler di Jerman.
Di AS ada dua penentu yang masing-masing berkaitan
dalam perkembangan gerakannya: (1) adanya perkembangan pendidika keluarga yang
diusahakan secara“academic settings” dan kemudian menjadi
perndidikan orang dewasa sebagai setting lain; (2) munculnya konseling
perkawinan dan keluarga terutama dalam masalah-masalah hubungan diantara
anggota keluarga (suami, isteri, dan anak-anak dalam konteks kemasyarakatan).
2. Sejarah Baru Konseling
Keluarga
Istilah family counseling (konseling keluarga) sama
dengan family therapy, dimana yang terakhir itu lebih popular di
AS. Sebabnya pada masa perkembangan selanjutnya konseling keluarga lebih banyak
digarap oleh para terapis dibidang psikiatri. Sebelumnya di AS lebih
terkenalistilah family counseling (konseling keluarga), karena
pelopor sosiolog Groves.
Pada tahun 1957 dalam sidang tahunan American Orthopsychiatric
Association (AOA) oleh Bowen dicatat sebagai munculnya family
therapy tingkat nasional, dimana pada bulan Mei 1957 terjadi rapat
seksi tentang keluarga pada bidang AOA itu. Dalam sidang itu dapat dicatat: (1)
muncul kesadaran diantara para pelopor untuk gerakan itu: (2) muncul karir
praktik keluarga pada terapis-terapis yang kurang berpengalamanan.
Dekade 60-an adalah dekade anak dan remaja dalam gerakan family therapy
(Olso et.a 1980 dalam Willis, 2011;27) . Jelasnya pada dekade ini
muncul pengujian ide-ide dalam literature dan perkembangan family
therapy secara nasional di AS. Munculnya psikiatris Donald Jackson,
dan kemudian Bateson Project sampai tahun 1962. Jackson mendirikan Mental
Research Institute (MRI) di palo Alto. Kemudian bersama Ackerman tahun 1981 ia
menerbitkan jurnal “Family Process” yang merupakan jurnal
pertama yang berisi teori tentang family therapy, juga tentang
terapi dan risetnya. Jackson menaruh kepedulian terhadap komunikasi antara
penelitian klinis dengan masalah-masalah keluarga. MRI menaruh kepedulian utama
terhadap family therapy itu.
3. Sejarah Konseling Keluarga di
Indonesia
Perkembangan
konseling keluarga Indonesia tertimbun oleh semarak
perkembangan bimbingan dan konseling di sekolah. Bimbingan dan konseling di
sekolah pada masa tahun 60-an bahkan smapai saat ini dirasakan sebagai
suatu kebutuhan, karena banyak sekali masalah-masalah siswa ,seperti kesulitan
belajar, penyesuaian sosial, dan masalah perilaku siswa yang tidak dapat
dipecahkan oleh guru biasa. Jadi diperlukan guru BK untuk membantu siswa.
Namun sejak awal, lulus BK ini memang sangat sedikit,
sehingga sekolah mengfambil kebijakan menjadi guru biasa merangkap BK. Hal ini
telah mencemarkan nama BK karena banyak perlakuan guru BK yang tidak sesuai
dengan prinsip-prinsip BK, seperti memarahi siswa, bahkan ada yang
memukul.Mengenai kasus keluarga, banyak juga ditemukan disekolah seperti sisiwa
yang menyendiri dan merenung. Selidik punya selidik, ternyata kelurganya
berantakan, misalnya ayah ibu bertengkar dan bercerai.
Beberapa indikator
perkembangan BK adalah sebagai berikut:
a.
Guru pembimbing tidak secara khusus menangani masalah
keluarga, akan tetapi disambilkan dalam penanganan masalah kesulitan belajar,
penyesuaian belajar dan pribadi siswa. Guru-guru pembimbing sekolah menemukan
masalah-masalah kesulitan belajar dan masalah lainnya seperti sosial dan
pribadi siswa, berkaitan dengan keadaan sosial-psikologis kelurga.
Misalnya,kesulitan belajar siswa diduga bersumber dari ketidakharmonisan
komunikasi antar anggota keluarga dan adanay kepincangan dalam sistem keluarga.
b.
Terjadi anggapan yang keliru bahwa konseling keluarga
adalah bimbingan bagi para calon ibu dan bapak yang akan memasuki hidup berumah
tangga. Mereka ini memerlukan bimbingan keluarga, anggapan ini masih terjadi
hingga tahun 1983.
c.
Pada tahun 1983, di Jurusan BK IKIP
Bandung dirintislah oleh penulis pendiri, menjadikan konseling kelurga sebagaimana
yang ada di Negara asalnya yakni Amerika Serikat. Orientasi konseling keluarga
adalah pengembangan individu anggota keluarga melalui sistem keluarga yang
mantap dan komunikasi anatar anggota keluarga yang harmonis.
4. Beberapa Tokoh Konseling Keluarga
a. Virginia Satir
Virginia Satir adalah seorang psikiatris pekerja
sosial yang berafiliasi dengan Chicago Psychiatric Institute (CPI).
Satir bersama Jackson di MRI mengembangkan pola-pola komunikasi dalam keluarga.
Satir menyumbangkan kemampuannya dalam menafsirkan maupun mempraktikkan
formulasi-formulasi secara kompleks yang terungkap dalam berbagai metodenya.
Buku publikasinya yang terkebal ialah “Conjoint Family Therapy”mengemukakan
desimilasi family therapy sebagai metode.
Setelah meninggalkan MRI, Satir adalah orang pertama
yang menjadi direktur Esalen Institute di Big Sur,
California. Saat itu ia merupakan orang pertama yang terkenal dalam
pengajaran dan latihan dalam psikologi humanistik. Pusat perhatian dalam Esalen ialah
tentang pertumbuhan, kesadaran, dan perasaan yang sama dengan minat
perkembangan dalam proses sensori.
b. Jay Haley
Ketika Bateson Project
berakhir tahun 1962, Jay Haley bergabung dengan Satir dan Jackson di MRI.
Menurut Haley perjumpaan terapeutik ditandai oleh situasi yang paradoks,
pengertian, dan manajemen dalam arah terapi yang efektif. Haley menyarankan
ketika terapis membangun suatu kerangka yang penuh kebaikan dimana perubahan
sedang berlangsung, si terapis juga membolehkan kliennya melanjutkan perilaku yang
tak berubah dan membiarkan paradoks itu selama perilaku tanpa perubahan itu
masih ada.
Tujuan terapi menurut Haley
adalah mendefinisikan dan mengubah hierarki keluarga yang dicapai melalui
perjuangan kekuatan terapeutik yang ditandai oleh seleksi bertujuan dari
terapis dan pelaksanaan strategi interventif. Bagaimana perubahan terjadi dan
bagaimana gejala-gejala berkembang bukanlah hal yang penting bagi Haley.
Bagaimanainsight dan kesadaran terjadi, dan pengetahuan tentang
sistem keliarga, tidak relevan dengan terapi Jay Haley.
c. Salvadore Minuchin
Menurut Minuchin, faktor-faktor penting yang
menentukan pola interaksi dalam keluarga ialah: struktur keluarga, batas-batas
wewenang anggota keluarga, proses sistem keluarga, dan pembagian tugas dalam
keluarga.
5. Pertumbuhan Konseling Keluarga
a. Rentang Masalah
Mula-mula, terapi keluarga/konseling keluarga bergerak
sebagai studi dan menangani kasus-kasus schizophrenia dan kenakalan remaja. Dan
kemudian mengembangkan teori-teori tentang interaksi keluarga dengan berbagai
masalahnya. Sementara itu juga menanganani masalah-masalah psikotik.
Pada perkembangan selanjutnya menjurus kepada
memperkaya dan restorasi mengenai masalah-masalah keluarga yakni masalah
alkohol, obat-obat terlarang, kenakalan, sakit tubuh, gangguan emosional,
masalah penyesuaian perkawinan, dan hubungan anak dengan orang tua.
b. Para Pakar/Praktisi
Mereka kebanyakan berasal dari
psikiater dan ahli-ahli kesehatan mental yang berjumlah sekitar 4.000 (Hansen
cs. 1982). Ada tiga organisasi professional yang besar yang mewadahi para
professional itu: (1) American Association for Marital and
Family Therapy (AAMFT); (2) The Marital and Family Therapy Section of National
Council on Family Relation (MFTNCF); (3) American Family Therapy Association
(AFTA).
AAMFT adalah yang terbesar
dengan 25 % terapis bergabung didalamnya dan beranggotakan 10.300 orang pada
tahun 1983 (dibandingkan1967 hanya 973 anggota).
MFTNCFadalah yang tertua yang mengutamakan terhadap
kehidupan keluarga dan kualitasnya. Reorganisasi hal-hal berdasarkan minat
tentang konseling perkawinan. Jumlah anggota 900 (1984).
AFTA adalah termuda dan terkecil. Didirikan 1977 oleh
kelompok “Family Process” dan tercatat hanay 150 anggota,
kemudian berkembang menjadi 700 professional.
c. Publikasi
Pada tahun 1958 Nathan Ackerman menerbitkan buku
pertama berjudul “The Psychodynamics of Family Life”. Buku ini
berisi tentang diagnosis dan treatment mengenai hubungan keluarga. Tahun 1961
Don Jack bergabung dengan Ackerman dan menemukan “Family Procces” yang
merupakan jurnal tentang teori-teori keluarga dan terapinya. Sejak saai itu
buku-buku dan jurnal-jurnal tentang family therapy berkembang
menjamur. Pada tahun 1980 ada 400 judul buku, sedang tahun 1970 hanya 200 judul
saja.
d. Training
Dalam tahun 1955 latihan family training baru
dilima lokasi di seluruh AS. Tahun 175 pusat latihan di AS dan Eropa, Kanada,
Mexico, Australia. Demekian juga pusat-pusat latihan di jurusan psikologi,
psikiatri, dan social work. Antara 1970-1980 tercatat 4.000
mahasiswa yang dilatih ditambah kegiatan seminar dan workshop. Keseluruhan
terlibat kira-kira 10.000.
B. Klasifikasi Konseling Keluarga
Dalam proses perkembangan konseling keluarga terdapat
dua dimensi orientasi:
1. Orientasi Praktis
Orientasi praktis tahun 60-an lebih menekankan bahwa kebenaran tentang
perilaku tertentu diperoleh dari pelaksanaan proses konseling di lapangan.
Gaya kepribadian konselor
berorientasi praktis dibagi menjadi dua, yakni:
a.
Gaya Konduktor.
Kepribadiannya hebat, giat,
dapat menguasai audience sehingga mereka terpana.
Kadang-kadang ada pula yang mengkritik dengan sadis, manipulatif, pamer dan
tidak sensitif. Dalam sesi-sesi konseling para konduktor itu berada di dalam
situasi mngomandoi secara penuh.
b.
Gaya Reaktor.
Kepribadian konselornya
cenderung tidak menguasai, menggunakan taktik secara dinamika kelompok di
keluarga. Terapis dengan taktiknya menggunakan sindiran yang sering dikutip
dari tulisan-tulisan di koran/majalah tentang bahaya anggota keluarga yang
berantakan, tenggelam, kacau, dan lain-lain.
2. Orientasi Teoritis
Sampai tahun 70-an banyak konselor masih berbeda-beda
asumsinya dalam hal konseling keluarga, karena mereka berbeda pandangan
terhadap observasi lapangan. Pada tahun 1970 muncul kelompok bagi peningkatan
psikiatri (The Group for Psychiatry-GAP). Hasil penelitiannya
terhadap 300 responden terapis/konselor dari berbagai disiplin ilmu yang
terkait pada konseling keluarga, yang menghadiri konferensi The
American Orthopsychiatric Association (AOA) pada tahun 1965 dan 1966.
Dari penelitian itu GAP menemukan data sebagai
berikut:
a.
Para konselor sangat dipengaruhi
oleh prakteknya.
b.
Belief dan action mewarnai
praktek.
c.
Para praktisi dipengaruhi oleh tokoh-tokoh yang kuat
seperti Virginia Satir, Jackson, Nathan Ackerman, Jay Haley dan Bowen.
d.
Para praktisi juga dipengaruhi oleh kondisi
geografisnya masing-masing.
e.
Kerangka teori yang mereka ikuti dalam konseling
keluarga adalah enam aliran yaitu: Psychodinamic, Behavioral, Learning, Small
Group, Family System Theory, dan Existential. Dari enam teori itu ada dua yang
berkuasa yakni: Psychodinamic dengan fokus kepada kepercayaan tentang dinamika
kepribadaian anggota keluarga. Kedua, teori sistem dalam Keluarga (Family
System Theory) dengan fokus analisisnya pada dinamika hubungan
interpersonal dari anggota keluarga secara sistematik.
Nathan Ackerman enggan sekali mengatakan bahwa
keluarga itu adalah suatu sistem. Ia memandang bahwa keluarga sebagai unit
utama bagi sosialisasi kepribadian. Sedangkan Bowen dan Satir berusaha
menggabungkan pemahaman tentang individu dengan level keluarga sebagai sistem.
Khususnya Bowen, memandang keluarga sebagai sistem emosional dan tujuan
terapeutik ialah keluarga sebagai sistem. Jackson dan Haley tampaknya selalu
memelihara hubungan interpersonal dalam proses terapeutik untuk mencapai
perubahan.
3. Tahun 80-an: Menuju Konstruk
yang Lebih Luas
Dekade 80-an ditandai oleh adanya pengorganisasian
dalam konseling keluarga dan bermunculannya literatur yang makin banyak dalam
bidang tersebut. Susan Jones dalam bukunya “Family Therapy” mengemukakan
perbandingan-perbandingan pendekatan dalam konseling keluarga, yaitu:
a
Integratif (Ackerman) tidak menganggap keluarga
sebagai sistem, tempat patologi berpusat pada bobot sama terhadap internal dan
eksternal serta kemacetan dalam fungsi keluarga adalah ketidakstabilan dan
kekauan hubungan keluarga.
b
Psychoanalytic (Farmo, Sterlin, Grotjan) menganggap
keluarga sebagai sistem psikologis, memberikan penekanan pada internal, serta
memusatkan kemacetan fungsi keluarga pada pengambilan figur orang tua ke dalam
diri.
c
Struktural (Minuchin) menganggap keluarga sebagai
suatu sistem struktural transaksional, lebih menekankan kepada eksternal,
mengutamakan kemacetan fungsi keluarga pada menjaring atau mengikat lingkungan
keluarga.
d
Interaksional (Jackson, Watslawick, Haley, Satir)
menganggap keluarga sebagai sistem komunikasi, memberikan penekanan pada
eksternal, serta letak kemacetan fungsi keluarga berada pada kemenduaan aturan
keluarga tentang hubungan keluarga.
e
Social Network (Speck, Attinev, Rueveni) lebih
menekankan pada eksternal, kemacetan fungsi keluarga terletak pada j\hilangnya
kepercayaan diri dalam jaringan sosial keluarga.
f
Bowenian (Bowen) menganggap keluarga sebagai perasaan
dan sistem hubungan, memberikan penekanan kepada internal, dan memusatkan
kemacetan fungsi keluarga pada pengambilan figur orang tua ke dalam diri.
g
Behavioral (Patterson) menggap keluarga sebagai sistem
yang saling berpautan, hanya menekankan kepada eksternal, letak kemacetan
fungsi keluarga terdapat pada belajar yang salah sesuai.[1]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Perkembngan Konseling Keluarga di Eropa dan Amerika.
Sejarah Perkembangan konseling didunia berasal dari daratan Eropa(Abad ke-20an)
dan Amerika serikat (Abatke- 60an). Pada tahun 1919 sesudah perang dunia ke
I Magnus Hirschfeld mendirikan klinik pertamanya untuk
pemberian informasi dan nasehat mslah seks. Pada tahun 1932 terdapat beberapa
ratus pusat-pusat konseling keluarga dan perkawinan
2.
Sejarah baru di Konseling keluarga muncullah pandangan
tentang family therapy pada tahun 1957. Ackerman Tahun 1981 Ia menerbitkan
jurnal “family process” pertama kalinya jurnal berisikan
tentang teori family therapy.
3.
Sejarah Konseling keluarga di indonesia beriringan dengan
perkembangan bimbingan konseling sekolah (BK). Tokoh-tokoh konseling keluarga
adalah Virginia Satir, Jay Haley, Salvadore Minuchin.
4.
Mengikuti penemuan konseling keluarga (family
therapy) tahun 50-an dan operasionalisasiannya tahun 60-an, gerakan
konseling keluarga, telah tumbuh dalam model yang belum pernah terjadi
sebelumnya. Pertumbuhan itu tampak pada hal-hal: a. rentangan masalah, b. para
pakar/ praktisi, c. publikasi ilmiah, dan d. training para anggota.
5.
Dalam proses perkembangan konseling keluarga terdapat
dua dimensi orientasi yaitu orientasi praktis dan teoritis.
DAFTAR
PUSTAKA
Willis, Sofyan S. 2017. Konseling
Keluarga (family counseling). Bandung:
Alfabet
http://mylifeiscounselor.blogspot.com/2015/03/sejarah-konseling-keluarga.html
Komentar
Posting Komentar